Wednesday, July 15, 2009

Bursa Wallstreet terhempas data bank dunia

NEW YORK - Bursa Wall Street kembali alami tekanan, pada penutupan perdagangan Senin (22/6/2009) waktu setempat. Proyeksi suram perekonomian dunia mendorong melorotnya bursa Wall Street dalam dua bulan terakhir. Seperti dilansir dalam Reuters, Selasa (23/6/2009), sebagian besar saham di Wall Street melemah lebih dari dua persen, Dow Jones turun 201 poin. Penurunan ini setelah Bank Dunia mengestimasikan perekonomian dunia akan menyusut 2,9 persen pada 2009, atau berkontraksi 1,7 persen. Selain itu, Bank Dunia juga mempertimbangkan harga minyak, logam, dan

energi lainnya, sehingga berdampak pada jatuhnya saham disektor energi dan produsen logam. Chief Investment Officer Johnson Illington Advisors Hugh Johnson mengatakan, penurunan prediksi ekonomi dunia mengguncang pasar yang sudah mulai bangkit dalam dua minggu ini. "Proyeksi ekonomi dunia dari Bank Dunia membuat pasar berlebihan menilai apa yang akan terjadi pada perekonomian dunia," ujarnya. Selain proyeksi Bank Dunia tersebut, pekan ini akan banyak dilansir data-data ekonomi seperti penjualan rumah, gross domestic product (GDP), dan daya beli masyarakat. Sentimen juga akan datang dari pertemuan The Fed, yang membahas kebijakan keuangan yang berakhir Rabu besok. Investor pun ingin mengetahui apakah bank sentral ini akan mengeluarkan pernyataan mengenai perekonomian AS. Sentimen tersebut, membawa indeks Dow Jones melemah 200,72 poin atau turun 2,35 ke level 8.399,01. Sedangkan, indeks S&P 500 turun 28,19 poin atau setara 3,06 persen ke posisi 893,04, dan indeks Nasdaq juga turun 61,28 poin atau setara 3,35 persen ke posisi 1.766,19.

No comments:

Post a Comment